Sabtu, 04 April 2020

Jangan Percaya Hoax! Viral Video Jenazah Corona Dibuang Dari Truk, Ternyata Ini Faktanya!

slidegossip.com - Belum lama ini viral sebuah video yang disebut-sebut sebagai perlakuan buruk terhadap jenazah corona di Italia. Seperti dilansir dari tempo.co (30/3/2020), dalam video tersebut diperlihatkan proses pemakaman massal jenazah-jenazah pasien corona yang dikatakan dalam video terjadi di Italia.

 
Barisan truk pembawa jenazah corona di Italia (pikiran-rakyat.com)

Di video itu terlihat ratusan mayat pasien corona yang sudah berada dalam kantong mayat di buang begitu saja ke sebuah lubang kuburan massal. Tak hanya mayat orang dewasa, tapi ada juga mayat anak-anak kecil.

Di Instagram, video itu sempat diposting oleh akun @th35ilent_9rey dan sudah ditonton lebih dari 1.700 kali. "Saking banyaknya korban, akhirnya Italia menyiapkan kuburan massal bagi para korban pandemi virus covid-19," tulis akun tersebut sebagai keterangan video yang diunggahnya.

Lalu apakah benar video tersebut adalah video pemakaman massal pasien corona di Italia yang meninggal? Setelah ditelusuri, akhirnya diketahui video tersebut bukanlah proses pemakaman massal pasien Clcorona di Italia yang meninggal. Video itu ternyata cuplikan adegan yang diambil dari sebuah serial televisi berjudul 'Pandemic' yang tayang pada tahun 2007 silam.

Serial 'Pandemic' sendiri bercerita tentang virus flu burung yang menyebar di Los Angeles, Amerika Serikat. Dalam serial itu, diceritakan pula seorang dokter dari Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC) yang berusaha mencari vaksin untuk virus tersebut. Serial itu dibintangi oleh Tiffani Thiessen, French Stewart, dan Faye Dunaway. Jadi jangan gampang termakan kabar hoax ya!
READ MORE >>

Zaman Nabi Sudah Ada Wabah Mirip Covid-19, Benarkah Corona Bisa Sembuh Dengan Air Zam Zam?

slidegossip.com - Jumlah pasien yang positif corona di Indonesia masih terus bertambah. Seperti dilansir dari cnnindonesia.com (3/4/2020), sesuai yang disampaikan oleh Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto, jumlah pasien positif corona per tanggal 3 April 2020 bertambah 196 kasus sehingga totalnya menjadi 1.986 kasus.

 
Andrea Dian (metropolitan.id)

Tak pandang bulu, virus corona juga mewabah di kalangan artis tanah air. Seperti diketahui, sebelumnya ada Detri Warmanto dan Andrea Dian yang mengaku positif corona dan kini sudah dinyatakan sembuh. Namun seperti dilansir dari jpnn.com (26/3/2020), peramal Anggra Putri Tania baru-baru ini mengungkapkan hasil terawangannya.

Anggra memprediksi bakal ada lagi artis terkenal tanah air yang terkena virus corona. Anggra menyebut setidaknya ada lima orang lebih yang akan terserang virus mematikan tersebut. "Kalau banyak sih di kalangan artis tidak akan terlalu banyak seperti masyarakat lainnya. Akan ada beberapa, mungkin bisa dikatakan lebih dari lima," ungkap Anggra.

Menurut ramalan Anggra, virus corona atau covid-19 yang melanda tanah air akan mereda pada akhir bulan Mei 2020. "Untuk corona minimal akhir Mei, maksimalnya Juli," tegas Anggra.

Mengenai wabah corona, Anggra mengisahkan bahwa pada zaman Nabi sudah ada semacam virus bernama Tha’un. Saat itu juga sulit mencari penawarnya hingga akhirnya bisa disembuhkan dengan menggunakan air zam-zam. Menurut Anggra, kondisi dulu hampir sama terjadi seperti saat ini.
READ MORE >>

Warga Jakarta Dapat Bantuan Rp 1 Juta Per-Keluarga, Netizen: Sampai ke Rakyat 100 Ribu!

slidegossip.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan pengumuman yang cukup melegakan untuk warga Jakarta yang terkena dampak virus corona. Seperti dilansir dari kompas.com (2/4/2020), Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Kementerian Sosial telah sepakat akan memberikan bantuan kepada warga dengan ekonomi menengah ke bawah yang terkena dampak virus corona (covid-19) di wilayah DKI.

 
Anies Baswedan dan Jokowi (tribunnews.com)

Dalam pernyataan yang disampaikan Anies Baswedan, total uang yang akan diberikan kepada masing-masing keluarga di DKI adalah sebesar Rp 1 juta per keluarga. "Tim DKI dan Kemensos sepakati untuk memberi dukungan Rp 1 juta per keluarga untuk digunakan bersama-sama," ungkap Anies Baswedan saat video konferensi dengan Wakil Presiden Republik Indonesia Ma'ruf Amin, Kamis (2/4/2020).

Sementara tanggung jawab untuk memberikan bantuan kepada warga miskin DKI yang terdampak corona itu dilakukan bersama oleh Pemprov DKI Jakarta dan pemerintah pusat. Total warga yang harus dibantu berjumlah 3,7 juta orang.

Pemprov DKI Jakarta sendiri punya tanggung jawab untuk tetap memberikan bantuan kepada 1,1 juta orang. Sedangkan pemerintah pusat berpartisipasi memberikan bantuan kepada 2,6 juta warga yang rentan miskin.

Untuk itu, pemerintah pusat siap mengeluarkan dana sebesar Rp 4,57 triliun yang akan disalurkan kepada 2,6 juta warga selama bulan April dan Mei 2020. "Targetnya 2,6 juta orang, bansosnya Rp 880.000 diberikan selama dua bulan. April sampai Mei sehingga nilai totalnya Rp 4,576 triliun," jelas Anies.

Kemudian, sisanya akan ditanggung oleh Pemprov DKI Jakarta yang akan menambahkan Rp 120.000 dalam bantuan dari pemerintah pusat untuk 2,6 juta warga sehingga setiap keluarga akan mendapatkan Rp 1 juta. Pemprov DKI juga akan menambahkan bantuan untuk 1,1 juta orang sebesar Rp 1 juta.

Kabar tersebut tentu saja langsung mengundang reaksi dari netizen. "Kita berhusnudzon, berdoa, dan bersabar," ujar seorang netizen. "Kepada aparat penegak hukum, media dan semua komponen masyarakat agar jeli mengawasi sumber dan aliran dananya jangan sampai dijadikan ajang korupsi," ujar netizen yang lain.

"Kalau udah turun dana nya jangan sampai ke rakyat cuman 10% maklum kan banyak oknum yang haus duit tagline nya sih berbakti kepada negara. Dari atas nya 1 juta pas sampai ke tangan 100 ribu wkwkk," sahut netizen lainnya.
READ MORE >>

4 Artis Indonesia Ini Gak Malu Bongkar Urusan Ranjang! No 4 Ngaku Suka Gaya Guk Guk!

slidegossip.com - Bagi sebagian orang, bicara soal urusan ranjang adalah hal yang tabu. Namun hal itu sepertinya tak berlaku buat 4 artis tanah air ini. Mereka bicara blak-blakan dan membongkar urusan ranjang masing-masing. Seperti dilansir dari solopos.com (20/12/2019), inilah keempat artis tersebut: 

 
Ashanty (sidomi.com)

1. Yuni Shara

Saat diwawancarai oleh Deddy Corbuzier, Yuni Shara sempat membuat heboh publik ketika ia mengaku menggunakan alat bantu seks selama dirinya menjadi janda. Sontak saja pengakuan kakak kandung Krisdayanti itu langsung menuai pro dan kontra di kalangan publik.

2. Melaney Ricardo

Presenter kondang ini mengaku hubungan intim dengan suaminya lebih sering dilakukan secara spontan dan tiba-tiba. Meskipun ada kalanya direncanakan dengan catatan harus dibicarakan dulu dengan pasangan.

3. Anang Hermansyah

Dalam konten Youtube milik Ussy dan Andhika Pratama, Ashanty sempat mengungkapkan kalau Anang Hermansyah adalah tipe pria yang ingin melakukan adegan ranjang setiap hari. Sedangkan bagi Ashanty, yang normal adalah tiga kali sepekan. "Aku punya dua sampai tiga lemari isinya kostum-kostum. Dia (Anang) yang kadang datang milihin," ungkap Ashanty.

4. Ussy dan Andhika Pratama

Ussy Sulistyowati dan Adhika Pratama terang-terangan mengungkap urusan ranjang mereka. "Posisi (bercinta) apa yang paling ajib?" tanya seorang netizen ke Ussy dan Andhika. "Yang guk-guk gitu," jawab Andhika sambil tertawa. "Posisi bercinta paling favorit ketika saya memegang peranan penting saudara-saudara," sahut Ussy.
READ MORE >>

Banyak yang Belum Paham Corona? Tukang Nasi Goreng Ini Tanya: Virus Corona Keluar Jam Berapa?

slidegossip.com - Meski Pemerintah Indonesia sudah sering melakukan sosialisasi soal bahaya virus corona, namun rupanya masih ada saja yang belum paham tentang corona atau covid-19. Seperti yang dialami seorang tukang nasi goreng.

 
Penjual nasi goreng tanya tentang corona (keepo.me)

Seperti dilansir dari matamata.com (3/4/2020), seorang pria penjual nasi goreng mendadak jadi viral setelah ia menanyakan soal keberadaan virus corona. Dengan tampang polosnya, tukang nasi goreng itu bertanya, virus corona keluar jam berapa.

Awalnya, seorang anggota TNI sedang menghimbau warga yang sedang makan di warung nasi goreng milik pria itu. Warga dianjurkan untuk selalu menjaga kebersihan, mencuci tangan dan berdiam diri di rumah. Anggota TNI itu juga tak lupa menyampaikan betapa bahayanya virus corona. "Harus cuci tangan, karena virus tidak melalui angin tapi nempel di benda," ungkap anggota TNI tersebut.

Di sela-sela sosialisasi, ternyata si penjual nasi goreng memberanikan diri untuk bertanya. Namun pertanyaan yang dilontarkannya justru terkesan menggelitik. "Itu virus corona nya keluar jam berapa pak?," tanya si penjual nasi goreng ini dengan wajah polosnya menggunakan bahasa Jawa.

Meski begitu, mendengar pertanyaan menggelitik tersebut, si anggota TNI tetap menjawabnya dengan serius. "Ya nggak jam berapa-berapa. Pokoknya yang penting orang dari zona merah ada di Jakarta, Surabaya, Gresik juga zona merah," jelas anggota TNI itu.

Pertanyaan polos dari tukang nasi goreng itu pun langsung viral dan menuai komentar netizen. "Ngakak. Lancar terus pak rezekinya. Polos banget takut ditipu orang," ujar seorang netizen. "Tapi sedih liat mereka belum paham bahaya yang ada disekitarnya, yang mereka tau cuma harus cari rejeki buat nyambung hidup," sahut netizen lainnya.
READ MORE >>

Pendeta dan Istrinya Meninggal, 226 Jemaat Gereja Bethel Bandung Positif Corona!

slidegossip.com - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengumumkan bahwa ada 677 warganya yang sudah dinyatakan positif terinfeksi virus corona atau covid-19 setelah melakukan hasil tes cepat atau rapid test terhadap 15 ribu orang.

 
Pemakaman jenazah corona (tribunnews.com)

Seperti dilansir dari gelora.co (3/4/2020), Pemprov Jawa Barat telah menggelar rapid test secara masif dengan cara door to door ke rumah warga. "Dilakukan petugas rumah sakit, puskesmas, maupun drive-thru. Itu untuk meminimalisasi adanya kontak fisik serta kerumunan," ungkap Ridwan.

Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu mengatakan, pihaknya sudah mengirimkan 50 ribu alat rapid test ke seluruh kota dan kabupaten di Jawa Barat. Namun yang dilaporkan baru 15 ribu hasil rapid test.

Ridwan Kamil menjelaskan, dari 677 warga Jawa Barat yang positif corona, paling banyak berada di Kota Bandung, yakni sekitar 226 orang yang ternyata berasal dari klaster kasus Gereja Bethel setelah sang pendeta dan istrinya meninggal karena positif corona.

"Mereka berkumpul, pendetanya melakukan sentuhan fisik, pendetanya dan istri meninggal karena covid-19. Ini rasionya lebih besar, ditesnya 600-an, yang positifnya 226 orang. Dari 637 jemaah Gereja Bethel dites, 226-nya positif atau 35 persen," ujarnya.
READ MORE >>

Sebut Luhut Panjaitan Hanya Mikirin Uang dan Uang, Said Didu Malah Banjir Dukungan!

slidegossip.com - Baru-baru ini mendadak ramai di Twitter tagar #WeAllStandWithSaidDidu. Ada apa di balik tagar itu? Seperti dilansir dari gelora.co (3/4/2020), tagar tersebut muncul setelah Jurubicara Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Panjaitan, Jodi Mahardi mengancam akan mempidanakan Said Didu akibat komentarnya di akun Youtube pribadinya.

 
Said Didu dan Luhut Panjaitan (kompasiana.com)

Salah seorang netizen bernama Eko Widodo bahkan mengaku heran dengan pemerintah yang dinilai anti kritik. Sambil mentautkan tagar #WeAllStandWithSaidDidu dan berita tentang rencana dipidanakannya Said Didu, Eko mengatakan harusnya pemerintah berterima kasih sudah diberi masukan gratis.

"Dikritik dikit aja main lapor, Emangnya situ sultan? Koruptor dipenjara mau dibebasin, Oposisi beri saran gratis mau dipenjarain," ujar Eko Widodo.

Komentar bernada cibiran dari para netizen itu berawal dari ancaman Gugatan dari pihak Luhut. Dalam siaran persnya, Jubir Luhut memberi batas waktu 2/24 jam untuk Said Didu menyampaikan permintaan maafnya. Menurut Jodi, pihaknya menilai apa yang disampaikan Said Didu telah memenuhi syarat pasal ujaran kebencian yang melanggar Pasal KUHP dan juga UU ITE.

"Secara keseluruhan seseorang dapat dikenai pasal hate speech, Pasal 317 KUHP dan 318 KUHP dan dapat dikenai pasal 45A ayat 2 UU 19/2016 terkait UU ITE. Bila dalam 2 x 24 jam tidak minta maaf, kami akan menempuh jalur hukum sesuai perundang-undangan yang berlaku," tegas Jodi Mahardi.

Yang dipersoalkan pihak Luhut adalah pendapat Said Didu yang mengatakan bahwa Luhut selalu memikirkan dan mengedepankan uang. Sementara Said Didu dalam penjelasan di akun Youtubenya, tampak menyoroti rencana pemindahan ibukota yang dikaitkan dengan proses penanganan wabah covid-19 di Indonesia.

Said menilai pemerintahan saat ini terlihat lebih mengedepankan peninggalan monumental berupa ibukota baru daripada mengatasi masalah seperti wabah corona. "Publik semua memahami Sri Mulyani kewalahan dana untuk menangani corona, sementara Luhut masih ngotot untuk tidak menganggu dana untuk pemindahan ibukota," ujar Said Didu.

"Sebenarnya kalau seorang pemimpin harusnya memindahkan anggaran legacy pemimpin, anggaran cita-cita pemimpin untuk pribadi ke depan demi menyelematkan nyawa rakyat, kelihatannya seperti itu kira-kira," lanjutnya.

Kemudian Said menyinggung soal Luhut yang menurutnya hanya memikirkan uang dan uang. "Kalau luhut kita suda tahu lah. di kepala beliau itu hanya uang uang, saya tidak melihat beliau memikirkan bangsa dan negara, memang karakternya demikian, hanya uang dan uang," demikian salah satu kutipan Said Didu yang justru membuatnya kebanjiran dukungan.

Lalu apa reaksi Luhut Panjaitan atas pernyataan Said Didu? Seperti dilansir dari tribunnews.com (3/4/2020), Luhut siap mempolisikan Said Didu jika tidak ada permintaan maaf dalam waktu 2 X 24 jam. "Bila dalam dua kali 24 jam tidak minta maaf maka kami akan menempuh jalur hukum sesuai perundang-undangan yang berlaku," ungkap Juru Bicara Luhut, Jodi Mahardi.
READ MORE >>

Wibawa Jokowi Mulai Turun Diacuhkan Kepala Daerah yang Lebih Peduli Nyawa Rakyat?

slidegossip.com - Seolah mengacuhkan perintah sang Presiden, banyak kepala daerah yang memilih melakukan lockdown tanpa memperhatikan instruksi pemerintah pusat. Seperti dilansir dari gelora.co (29/3/2020), hal tersebut membuat wibawa Joko Widodo (Jokowi) sebagai pemimpin seolah turun di mata rakyatnya.

 
Jokowi (poskotanews.com)

Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, banyak daerah yang mulai melakukan lockdown lokal untuk mencegah masuknya orang yang berpotensi membawa virus corona baru ke wilayahnya. Keputusan tersebut diambil tanpa memikirkan instruksi pemerintah pusat.

"Ketika daerah lakukan lockdown tanpa melihat instruksi pusat, maka saat itulah wibawa pemerintah pusat runtuh, pemerintahan semacam ini cenderung buruk," ungkap Dedi Kurnia Syah.

Bahkan yang mengejutkan, bukan hanya pemerintah kabupaten/kota yang melakukan lockdown, sejumlah desa dan kampung juga memilih untuk melakukan hal serupa. Salah satunya adalah Kampung Jaha di Kota Bekasi yang melakukan lockdown lokal untuk mencegah penyebaran covid-19 di kampung mereka.

Menurut Dedi, sebagai Presiden, Jokowi harus benar-benar merenungkan apa yang dilakukan pusat. Apalagi kini daerah mulai mencari jalan sendiri-sendiri untuk menyelamatkan nyawa warganya dari virus corona.

"Presiden seharusnya menatap cermin sungguh-sungguh membayangkan rakyatnya mencari jalan keselamatan sendiri. Ini bukan soal mencipta kepanikan, tapi soal bagaimana pemerintah pusat mampu mengelola serta menangani kondisi darurat," pungkas Dedi.
READ MORE >>

Berani Banget! Faisal Basri Sebut Luhut Panjaitan Lebih Berbahaya Dari Virus Corona!

slidegossip.com - Pernyataan ekonom Faisal Basri soal Menko Maritim dan Investasi yang juga Plt Menteri Perhubungan Luhut Binsar Pandjaitan, langsung menjadi sorotan publik. Pernyataan Faisal Basri disesalkan beberapa pihak, meski tak sedikit juga yang mendukungnya.

 
Faisal Basri dan Luhut Panjaitan (indeksnews.com)

Seperti dilansir dari kumparan.com (3/4/2020), Faisal Basri melontarkan pernyataan mengejutkan lewat akun Twitternya. "Luhut Panjaitan lebih berbahaya dari coronavirus COVID-19," kicau Faisal Basri lewat Twitter, pada Jumat (3/4/2020).

Faisal Basri menegaskan bahwa pernyataannya itu adalah fakta yang memang perlu disampaikan ke publik. Yang tak kalah menghebohkan, Faisal Basri bahkan mengatakan kalau Presiden Jokowi harus menyingkirkan Luhut. "Saya rasa Presiden harus menyingkirkan virus yang lebih berbahaya ini," ujarnya.

Meski begitu, Faisal tak merinci lebih jauh soal alasan dirinya menyebut Luhut Panjaitan lebih berbahaya dari virus corona. Namun jika dilihat dari lini masa di akun Twitter-nya, diduga pernyataan Faisal itu terkait ucapan Luhut yang mengatakan bahwa virus corona tak kuat dengan cuaca di Indonesia.

"Dari hasil modelling, cuaca Indonesia, ekuator ini panas, dan itu untuk COVID-19 enggak kuat," ucap Luhut Panjaitan usai rapat dengan Jokowi melalui telekonferensi, Kamis (2/4/2020).

Menurut Luhut pula, kondisi Indonesia diuntungkan dengan temperatur yang tinggi di bulan April, "Indonesia diuntungkan dengan temperatur tinggi pada April. Humidity (kelembaban) tinggi (mem)buat covid-19 relatif lemah daripada di tempat lain," ujar Luhut.

Karena itulah menurut Luhut, keuntungan tersebut harus dimanfaatkan dan dibarengi dengan upaya gerakan social distancing. "Tapi kalau social distancing tidak ketat, terlalu banyak berkumpul rame-rame, ya enggak berlaku keuntungan tadi," lanjutnya.
READ MORE >>

Profil Terkini

Baca Juga

 

Copyright © 2012 by Berita Terbaru dan Profil Artis Terkini Powered By SlideGossip | Design by Opung | Contact Email : slidegossip (at) gmail.com | Phone : 0857-808-70772