Jumat, 12 Agustus 2016

Kisah Nyata Jamilah, Penyanyi Dangdut Cantik Yang Pakai Susuk dan Jenazahnya Disambut Petir di Siang Hari!

slidegossip.com - Buat sebagian orang, cara apapun bisa dilakukan untuk mencapai apa yang diinginkannya. Seperti halnya yang dilakukan pedangdut cantik bernama Jamilah, yang memilih jalan memakai susuk untuk daya tarik dan kecantikannya agar selalu laris dan banyak panggilan menyanyi. Resiko pun harus ia tanggung. Jamilah tewas karena kecelakaan, dan saat jenazahnya mau dikubur tiba-tiba ada petir padahal tidak ada hujan.

 

Jamilah sebenarnya sudah dikaruniai wajah yang lumayan cantik, hanya saja ia tidak pernah merasa bersyukur kepada Allah. Ia selalu saja merasa kurang cantik dan kadang minder pada teman atau sahabatnya yang lebih cantik.

Pada saat bersamaan, profesinya sebagai seorang penyanyi dangdut kampung menuntut penampilan dirinya untuk selalu tampak sempurna dan terlihat cantik. Maka jalan lain pun ia tempuh, yaitu dengan memasang susuk di beberapa titik di bagian tubuhnya. Konon, katanya, Jamilah memakai dua susuk: di wajah agar terlihat cantik dan di bagian pinggul agar goyangan tubuhnya terlihat aduhai.

Sebagai penyanyi kampung, Jamilah, memang tergolong penyanyi yang laris. Order manggungnya di mana-mana, dari satu kampung ke kampung yang lain. Terhitung, dalam seminggu ia bisa tampil tiga sampai empat kali manggung. Untuk ukuran kampung, inilah tampilan yang luar biasa. Biasanya, penyanyi kampung, seminggu bisa mengisi satu atau dua kali saja sudah lumayan oke, Jamilah malah lebih.

Tentu saja, kecantikan dan goyangan aduhai Jamilah sebagai penyanyi yang membuatnya bisa laris manis di kampung. Padahal, suaranya tak begitu bagus. Suaranya terdengar agak serak-serak basah memang, tetapi tidak terlalu merdu saat mendendangkan sebuah lagu. Sehingga saat sebuah lagu dibawakan, sang pendengar tak mampu dibawanya pada situasi di mana lagu itu dibuat. Hal ini pula yang membuatnya sulit berkembang menjadi penyanyi dangdut yang lebih tinggi lagi kelasnya. Dengan kata lain, ia mengalami kesulitan untuk menembus ibu kota dan rekaman.

Menurut Karim, honor Jamilah setiap kali naik panggung lumayan besar. Dia termasuk penyanyi super untuk kelas kampung. Karena itu, setiap kali ada hajatan sunatan atau kawinan di kampung, dia laku keras.

Hal itu pun tampak dari kehidupan Jamilah sehari-hari. Emas beberapa puluh krat nangkring di pergelangan tangan dan lehernya. Pergi ke mana-mana naik mobil pribadi, dengan diantar supir. Untuk ukuran kampung, kelas Jamilah termasuk high class.

Tidak sedikit pula lelaki yang tergoda dengan dirinya. Apalagi, kenyataannya, dia adalah perawan ting ting alias belum menikah. Usianya memang sudah tidak muda lagi, sekitar 32-an tahun. Bagi kebanyakan wanita Indonesia, usia perempuan sebanyak ini dan belum menikah dianggap perawan tua atau ketelatan. Namun, Jamilah sangat menikmati kesendiriannya.

Jamilah selalu menolak ajakan lelaki untuk menikah, apalagi kalau nyata-nyata lelaki itu hanya berhidung belang saja. Herannya, di tengah ketingtingannya, ada anggapan miring kepada dirinya kalau dia sebenarnya simpanan seorang pejabat tinggi di ibu kota (kabupaten). Dia punya mobil dan rumah cukup megah di kampung, disinyalir ada andil dari pejabat ini. Sebab, Jamilah pernah kepergok bersama lelaki bertubuh agak tambun, sedikit gagah dan berkumis tipis dalam satu mobil. Mereka berdua duduk bersama di belakang. Disinyalir lelaki inilah yang menjadi 'teman hidup' haramnya. Dan mungkin alasan itulah, hingga di usianya berkepala tiga dia tetap belum menikah.

Kecelakaan Maut
Suatu ketika Jamilah mengendarai motor. Tidak biasanya ia naik motor, padahal mobil terparkir di garasinya. Mungkin dia pikir dekat, karena mau main ke tempat temannya yang hanya beberapa ratus meter. Keadaan masih pagi hari sehingga suasana kendaraan di jalan lengang.

Merasa jaraknya dekat, Jamilah tak memakai helm saat naik motor tersebut. Dengan kecepatan cukup tinggi, ia melaju motornya. Namun, tiba-tiba duaarrrr!!!! Terdengar suara tabrakan yang sangat hebat. Motor Jamilah tiba-tiba ditabrak dari arah samping saat ia nekad menyeberang. Motornya terpelanting dan ia sendiri jatuh terguling-guling. Kepalanya membentur aspal jalan dan seketika ia tak sadarkan diri.

Darah segar bercucuran dari kepala Jamilah. Wajahnya berubah menjadi merah karena percikan dan tetesan darah dari kepalanya. Ia segera dibawa ke rumah sakit dan mendapatkan perawatan intensif di sana. Namun, karena lukanya sangat parah, ia meninggal dunia. Jamilah mengalami pecah kepala. Akhirnya telah pergi seorang penyanyi dangdut kampung bersusuk dua yang cantik dan aduhai.

Jenazah Jamilah segera dibawa pulang ke rumahnya. Sanak saudara banyak yang menangis. Begitu pula, tidak sedikit tetangga dan warga yang menangisi kepergiannya. Meski dia wanita bersusuk, tetapi warga tidak perduli. Ia tetaplah seorang penyanyi dangdut yang cantik dan seksi, yang kerap kali menghibur warga dengan goyangan-goyangan menggodanya dan nyanyiannya yang serak-serak basah meski tak merdu. Warga pun sangat kehilangan atas kepergiannya.

Tubuh kaku Jamilah segera diurus, mulai dari dimandikan, dikafani hingga dishalatkan. Dan tidak menunggu lama lagi, siang harinya sesudah Dzuhur, jenazah Jamilah dibawa ke pemakaman untuk dikubur.

Tidak sedikit yang mengiringi ke pemakamannya, maklum artis kampung yang ngetop. Gema dzikir dan tahlil mengiringi setiap langkah para pelayat menuju pemakaman. Namun, di tengah jalan, beberapa meter dari keberangkatan iring-iringan tiba-tiba suara petir datang menyambar-nyambar di angkasa raya. Ini aneh sekali karena suasana masih siang hari. Dan saat itu, tidak ada hujan karena sedang musim kemarau. Namun, bagaimana bisa petir itu datang dengan suara kerasnya di angkasa raya, persis di atas iringi-iringan jenazah Jamilah.

Sebuah anggapan pun mulai berdatangan, mungkin ini pertanda buruk bagi Jamilah. Bagi Karim sendiri, yang tidak lain tetangganya, ia begitu mempercayainya sebagai tanda yang kurang baik. "Kata orang-orang sih, ini tanda dia meninggal su'ul khatimah (buruk). Saya sendiri percaya. Sebab, dia pakai susuk," katanya polos di sebuah pangkalan ojek motornya.

Wallahu aa€™lam bil shawab! Semuanya kita serahkan saja kepada Allah SWT. Hanya Dia Yang Maha Tahu, apakah kematian seseorang dalam keadaan yang baik atau buruk. Sebagai manusia, kita hanya bisa menduga-duga bahwa ia meninggal begini dan begitu lewat gejala dan perilaku yang dilakukannya setiap hari. Semoga kita termasuk hamba-hamba-Nya yang beriman dan meninggal dalam taqwa! Amien. (majalah hidayah)
Share this article :

Artikel Terkait:

Comments
0 Comments

Comments :

0 komentar to “Kisah Nyata Jamilah, Penyanyi Dangdut Cantik Yang Pakai Susuk dan Jenazahnya Disambut Petir di Siang Hari!”


Poskan Komentar

 

Copyright © 2012 by Berita Terbaru dan Profil Artis Terkini Powered By SlideGossip | Design by Opung | Contact Email : slidegossip (at) gmail.com | Phone : 0857-808-70772