Rabu, 30 September 2020

Benar dan Tidak Meleset! Ternyata Begini Ramalan Soeharto Tentang Nasib Indonesia di Tahun 2020!

slidegossip.com - Tepat 25 tahun lalu, mantan Presiden RI Soeharto sempat meramalkan nasib Indonesia di abad ke 21. Ramalan Soeharto tentang kondisi Indonesia di tahun 2020 itu pun akhirnya mulai terbukti benar. Ramalan itu diungkap 25 tahun yang lalu, tepatnya tahun 1995.

 Soeharto (jawapos.com)

 

Seperti dilansir dari tribunnews.com (29/9/2020), ramalan Soeharto terdapat dalam buku 'Sisi Lain Istana Dari Zaman Bung Karno sampai SBY', karangan J Osdar. Dalam buku yang terbit tahun 2014 itu, Osdar mengungkapkan jika ramalan tersebut disampaikan Soeharto pada tanggal 5 September 1996 saat menyampaikan pidato pembukaan Pekan Kerajinan Indonesia ke-7, di Istana Negara, Jakarta.

 

Saat itu, Soeharto meramalkan pada abad ke-21 peranan utama dalam kehidupan dan pembangunan bangsa Indonesia terletak di tangan rakyat. "Beberapa tahun lagi abad ke-20 akan kita tinggalkan dan kita akan memasuki abad ke-21. Berbeda dengan abad ke-20, abd ke-21 yang akan datang adalah zaman yang mengharuskan semua bangsa meningkatkan kerja sama yang erat. Di lain pihak, juga merupakan zaman yang penuh dengan persaingan yang ketat," tulis Osdar menirukan ucapan Soeharto kala itu.

 

Menurut Soeharto, pada tahun 2003, kawasan Asia Tenggara akan menjadi kawasan perdagangan bebas. Selain itu, pada tahun 2010, kawasan Asia Pasifik akan membuka diri bagi masuknya barang dan jasa dari negara-negara berkembang sebagai wujud kerja sama APEC. "Tahun 2020 kita harus membukA lebar-lebar pasar kita bagi produk-produk negara maju. "Perkembangan ini akan membawa pengaruh besar bagi kehidupan dan pembangunan bangsa kita," kata Soeharto.

 

Soeharto seolah ingin menunjukkan pentingnya mengembangkan industri kecil dan kerajinan rakyat untuk menghadapi abad ke-21. Namun, dalam kenyataannya Soeharto jatuh sebelum memasuki abad ke-21.

 

Terkait dengan buku tersebut, pengamat buku Sukardi Rinakit menyatakan ramalan Soeharto itu benar adanya. Menurutnya, krisis segala bidang pada tahun 1998 telah mencapai puncaknya. Namun, ekonomi bisa selamat karena kreativitas rakyat dalam usaha kecil dan menengah.

 

Meski masa kepimpinannya berakhir pada tahun 1998, siapa sangka Soeharto pernah meramalkan soal kondisi Indonesia di tahun 2020, yang terungkap lewat sebuah unggahan yang dibagikan putrinya, Siti Hardijanti Rukmana atau yang akrab disapa Tutut Soeharto.

 

Putri sulung Soeharto itu membagikan sebuah video singkat berisi pidato sang negarawan. Rupanya pidato tersebut disampaikan sang presiden tatkala menghadiri Pencanangan Gerakan Nasional Pelestarian dan Pengamalan Nilai Kepahlawanan di Surabaya pada 23 November 1995 silam.

 

Bukan sembarangan, ucapan demi ucapan Presiden Soeharto dalam pidato tersebut seolah terasa bagaikan firasat. Pidato tersebut nyatanya mampu memprediksi kondisi bangsa Indonesia 25 tahun setelahnya. Dalam unggahannya, Tutut Soeharto menuliskan penjelasan singkat tentang apa yang disampaikan sang ayah dalam pidatonya.

 

Soeharto ternyata sudah memperingatkan soal hantaman globalisasi bahkan sejak tahun 1995. "Bapak sejak tahun 1995 sudah mengingatkan akan situasi globalisasi di mana banyak serbuan produk asing. Salah satu bentengnya adalah cinta produk dalam negeri, agar produsen dalam negeri tidak mati. Mari kita hidupkan kembali nasionalisme kita, dengan mencintai, membeli dan menggunakan produk dalam negeri," tulis Tutut Soeharto.

 

Di awal penuturan, Soeharto memperingatkan kaum muda untuk mencintai tanah air, khususnya produk dalam negeri. "Anak-anak pelajar sekarang harus disiapkan sekarang untuk mencintai tanah air, untuk mencintai produk dalam negeri. Jika kelak di kemudian hari dalam rangka mempersiapkan kompetisi bersaing dengan negara besar lain kita masih kurang baik, kurang sempurna untuk menghadapi banjirnya daripada barang-barang itu," ucapnya.

 

"Maka hanya dengan mencintai tanah air maka para remaja yang akan hidup tahun 2020 akan menjadi benteng daripada kelangsungan hidup negara dan bangsa,” lanjutnya.

 

Seolah sudah ada firasat, Soeharto seolah meramalkan kaum muda Indonesia di masa depan bakal lebih menyukai produk asing lantaran dibanderol dengan harga yang lebih murah. "Kalau daripada para pemuda nanti kesengsem daripada produk yang murah yang baik tapi hasil di luar negeri hancur daripada bangsa ini. Apa? Produknya nggak ada yang membeli. Kalau nggak ada yang membeli pabriknya tutup lantas semua tidak bisa bekerja, tidak bisa makan," tegasnya.

 

Tak ayal, Soeharto berharap pihak perguruan tinggi untuk mempersiapkan diri sebelum menghadapi persaingan globalisasi. "Ini merupakan salah satu yang perlu kita siapkan, jadi daripada semua pendidikan, lebih-lebih semua perguruan tinggi harus mampu mempersiapkan. Bukan kita curang, tidak. Tapi kita menyelamatkan negara," ucapnya.

 

"Kita sekarang harus meningkatkan daya saing kita yang tinggi. Dan pasti kita dapet. Kita yakin! Tapi andaikan tidak, senjatanya mulai sekarang adalah nasionalisme. Mencintai tanah air, mencintai produk dalam negeri harus mulai sekarang," pungkasnya.

Share this article :

Artikel Terkait:

Comments
0 Comments

Comments :

0 komentar to “Benar dan Tidak Meleset! Ternyata Begini Ramalan Soeharto Tentang Nasib Indonesia di Tahun 2020!”


Posting Komentar

 

Copyright © 2012 by Berita Terbaru dan Profil Artis Terkini Powered By SlideGossip | Design by Opung | Contact Email : slidegossip (at) gmail.com | Phone : 0857-808-70772