Sabtu, 05 April 2014

Terbongkar! Sifat Kasar dan Modus Penipuan Yang Dilakukan Dalam Pengobatan UGB

Perlahan-lahan, kedok penipuan yang dilakukan Ustad Guntur Bumi (UGB) dalam praktek pengobatannya mulai terbongkar. Kali ini dari mantan karyawan UGB, Yunita Suwardhani yang secara terang-terangan membocorkan tentang sepak terjang, rahasia dan tata cara UGB menarik pasien untuk datang berobat. Dirayu maupun ditakuti menjadi hal yang wajar dilakukan oleh karyawan UGB ketika pasien menghubungi nomor telepon Padepokan atau tempat pengobatan itu.
"Kan ada iklan yang dicantumkan nomor Padepokan, banyak calon pasien telepon, difollow-up karyawan. Calon pasien ini dirayu agar berminat, ditakuti, apa yang disarankan UGB, akhirnya banyak calon pasien berobat," kata Yunita di Rukan Graha Permata Komplek Triloka, Blok C No.6 Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (4/4/2014) lalu.
Setelah pasien datang, mereka pun harus membayar sejumlah uang sebagai biaya pendaftaran. "Setelah pasien datang, dijelaskan biaya pendaftaran 500 ribu, luar Jawa 1 Juta, setelah daftar menunggu di ruang tunggu, kadang UGB belum datang suruh tunggu sambil baca shalawat," tuturnya.
Tak jarang banyak pasien yang kecewa karena setelah datang, masih ditelantarkan. "Setelah UGB datang enggak langsung diobati, dia masuk ke ruangan untuk nonton TV, minta makan, minta dipijatin dulu, BBM-an dulu. Kalau pasien minta didahulukan seringnya itu enggak dihiraukan," tandasnya.
Yunita sendiri saat itu merupakan salah satu orang yang memiliki akses ke tempat di mana barang-barang 'aksesoris' pengobatan UGB di simpan. "Ada satu ruangan khusus. Di ruangan itu ada khusus buat simpan benda yang diperlukan untuk modus pengobatan. Dia selalu mengingatkan yang bersihkan harus asisten atau saya, tidak boleh pembantu," kata Yunita.
Dalam ruangan itu, menurut Yunita, banyak terdapat binatang ulat seperti untuk pakan burung, tulang ayam, kecoa, duri ikan dan lain-lain. "Saya lihat banyak benda yang dipersiapkan dia, ada ulat pakan burung, kecoa, tulang ayam, duri ikan, jinten hitam yang butiran, sisik ular yang dari kulit salak yang dipotong kecil, kalau pocongan itu dibuat," imbuhnya.
"Lalu saat pengobatan, ada santri yang beraksi untuk naruh benda aneh di atas kepala pasien. Kalau pasien berjilbab itu diminta untuk membuka jilbabnya. Bendanya macam-macam," tandasnya.
Dan sungguh menakjubkan, angka penghasilan yang ditargetkan Ustadz Guntur Bumi (UGB) dari praktek pengobatannya begitu besar. Yunita yang merupakan mantan karyawan keuangan UGB, menuturkan kalau setiap hari suami Puput Melati itu menargetkan pendapatan Rp 100 juta.
"UGB ini di manajemennya menargetkan pasien setiap harinya. Jadi harus memenuhi target yang diperintahkan UGB. Ditargetkan setiap harinya sekitar Rp 100 juta dan ada beberapa cabang, minimal segitu. Cabangnya ada Bandung, Bali, Semarang, dan Jakarta," ucap Yunita.
UGB, menurut Yunita, sering berlaku kasar dan emosional ketika target tidak tercapai. Bahkan dia tidak segan memperlakukan karyawannya semena-mena. "Kalau enggak penuh target itu bisa berucap kasar, pasien harus banyak, kan sumber pendapatan itu kan dari pasien. Memang ada yang ditargetkan setiap harinya untuk dapat pasien banyak," tuturnya.
Masih menurut Yunita, UGB sang majikannya itu sering melakukan penganiayaan pada dirinya. "Saya ikut UGB diajak sama sepupu UGB. Kenal saja awalnya, nggak tahu dia sepupu UGB, ditawari masuk manajemen. Saya terima tawaran dari dia tahun 2009. Sejak saya masuk saya dikasih kuasa untuk bagian keuangan," katanya.
Perempuan kelahiran Sragen, Jawa Tengah itu telah melaporkan UGB ke Mabes Polri dengan tuduhan penganiayaan sebagai mana diatur dalam pasal 351 KUHP. Suami Puput Melati dilaporkan dengan nomor laporan LP 1134/III/2014/PMJ/Dit Reskrimum, tertanggal 30 Maret 2014.
"Saya kerja dari Mei 2009 sampai November 2013. Selama di sana saya seringkali diperlakukan kurang sewajarnya. Dari tatap matanya yang kasar sampai perlakuannya yang menganiaya saya. Saya ditendang perut kiri saya, dilempar barang-barang seperti wadah alat tulis, keranjang dilempar ke kepala saya," ujar wanita berkerudung ini.
Yunita juga mengatakan bahwa praktek pengobatan UGB selalu mengklaim bahwa pasiennya terkena guna-guna alias santet. "Kalau untuk pasien dari yang ringan sampai kronis ya pasti dibilang kena santet dan ilmu hitam. Jadi ditakuti pasiennya. Jadi pasien merasa tersugesti. Setelah di rukyah dijelaskan bentuk pengobatan. Sebelum sama UGB itu sama asisten dulu, kayak transfer energi, disetrum," katanya.
Namun yang mengejutkan, transfer energi yang dilakukan dalam pengobatan UGB hanya berpura-pura. Yunita menambahkan bahwa saat pasien merasa disetrum, hal tersebut karena efek sebuah alat yang digunakan. "Dia pakai sendal jepit yang ada kabel ke raket nyamuknya, kalau mau menyetrum pasien itu ada tombolnya," tandasnya.
(kapanlagi.com)
Share this article :

Artikel Terkait:

Comments
0 Comments

Comments :

0 komentar to “Terbongkar! Sifat Kasar dan Modus Penipuan Yang Dilakukan Dalam Pengobatan UGB”


Poskan Komentar

 

Copyright © 2012 by Berita Terbaru dan Profil Artis Terkini Powered By SlideGossip | Design by Opung | Contact Email : slidegossip (at) gmail.com | Phone : 0857-808-70772