Jumat, 03 Februari 2017

Drama Musikal 'Potret Guruku' Hadirkan Pesan Moral Penting Untuk Dunia Pendidikan Indonesia

slidegossip.com - Neo KSPJ (Komunitas Seniman Pelajar Jakarta) akan menggelar pertunjukan 'Drama Musikal Potret Guruku' karya M. Sinar Hadi, yang disutradarai oleh Atien Kisam, pada tanggal 17, 18 dan 19 Februari 2017. Drama musikal yang menceritakan tentang gambaran dunia pendidikan di tanah air ini akan digelar di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.

 

Pertunjukan ini bercerita tentang kisah hidup seorang guru dalam potret dunia pendidikan di Indonesia. Lewat seorang guru, dibagi kisah pahit getirnya hidup menjadi seorang pendidik. Perbedaan pendapat antar guru, serta mempertahankan idealisme dalam membangun karakter pendidikan di sebuah sekolah. Sosok bernama Pak Umar, sebagai seorang guru yang memberikan segalanya untuk murid-muridnya. Waktu yang ia punya, perasaan bahkan sampai semua kebahagiaannya telah ia berikan. Namun, kesedihan demi kesedihan yang ia rasakan tak pernah sekalipun tergurat di senyumnya yang lapang.

Berangkat dari tangan dingin M. Sinar Hadi, Neo KSPJ yang dibentuknya mempersembahkan pertunjukan 'Drama Musikal Potret Guruku' karya M. Sinar Hadi pada tanggal 17, 18 dan 19 Februari 2017 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Naskah yang terlahir dari seorang pendidik dan juga sastrawan ini berusaha memberikan gambaran kepada khalayak luas tentang kehidupan guru-guru dan kesehariannya. Dalam penggarapannya, naskah ini dibuat menjadi sebuah drama musikal yang dibalut dengan koreografi dan musikal atraktif serta pemain yang terdiri dari anak-anak sekolah dan juga para guru yang ikut tergabung di dalam produksi ini.

M. Sinar Hadi selain sebagai penulis naskah drama, puisi, juga media pembelajaran tingkat SMA, beliau mulai bekerja sebagai pendidik sejak tahun 1981. Sekolah yang pernah menjadi tempat ia mengajar antara lain SMAN 6 Jakarta, SMA 50, Sekolah Menengah Teater dan Film, dan SMA 22 (sekarang). Beliau juga adalah seorang Dosen Kajian Puisi di beberapa universitas dan sekolah tinggi. Dari keresahan yang telah ia rasakan selama bekerja di dunia pendidikan itu, ada upaya yang ingin ia tunjukkan kepada dunia tentang potret pendidikan kita yang sebenarnya.

"Dari pertunjukan drama musikal ini, kita harapkan ada satu solusi untuk pulihnya dunia pendidikan. Ada perubahan tugas dan tanggung jawab guru dalam mengajar di sekolah ke arah yang lebih baik," ujar M. Sinar Hadi dalam konferensi pers 'Drama Musikal Potret Guruku' di Galeri Kaya Indonesia, Grand Indonesia, Jakarta, Kamis, 2 Februari 2017.

 

Berangkat dari keresahan-keresahan seorang guru, sekolah tempat Pak Umar mengajar, memperlihatkan bagaimana buramnya potret dunia pendidikan kita. Bukan lagi isyarat yang ia berikan, namun Pak Umar mulai membenahinya satu persatu. Dari kejadian upacara yang terkesan dilakukan main-main, hingga perbedaan pandangan tentang kesejahteraan guru yang terus dituntut kawan-kawannya, sementara pekerjaan sebagai guru tidak mereka lakukan dengan baik.

Lalu ada juga gambaran kepemimpinan pejabat tinggi sekolah yang otoriter, dalam naskah ini diperankan oleh sosok kepala sekolah yang menyalahgunakan jabatan. Pak Umar berusaha sebaik mungkin mengemban sikap luhur guru, seperti slogan tentang pendidik dari tanah Jawa 'Guru: digugu dan ditiru'. Namun seperti buah simalakama baginya, apa yang dilakukannya berbaik arah kepada dirinya. Istrinya begitu menuntut segalanya, perhatian baik materil maupun non materil. Tidak hanya itu, pertunjukan ini juga menyuguhkan tingkah laku murid-murid sekolah. Mulai dari keseharian mereka di sekolah, mulai mengenal kata cinta, hingga terlibat dalam perkelahian antar pelajar.

Neo KSPJ kali ini disutradarai oleh Atien Kisam, seorang seniman dari tanah Betawi. Pada berbagai kesempatan, Atien dipilih menjadi sutradara serta koreografer dalam berbagai pementasan, antara lain acara 'Memori 40 Tahun Taman Ismail Marzuki' tahun 2000, sebagai sutradara di 'Gebyar Betawi Ngumpul' tahun 2004, 'Pendekar Kelana Merah Putih' tahun 2010, 'Nyai Dasimah' tahun 2012, 'Si Pitung' tahun 2014, 'Ahmad Djakerta' tahun 2014, 'Hang Tuah' tahun 2015. Selain itu, beliau juga aktif di Teater Abang None dengan pertunjukan 'Si Doel, Soekmadjaja, Sangkala dan Jawara'. Beliau juga adalah pendiri Budaya Indonesia Dance Company.

Selain itu, Atien Kisam juga mengajar di beberapa sekolah, antara lain mengisi muatan lokal (mulok) di sejumlah SMP dan SMU. Kegiatannya sekarang ini, selain menyutradarai 'Drama Musikal Potret Guruku', beliau juga menjabat sebagai Ketua Seksi Tari di Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) serta aktif mengajar tari di Lab. Tari Balai Rakyat Condet.

"Proses latihan untuk pertunjukan drama musikal ini sudah kita lakukan selama 7 bulan dengan melibatkan lebih dari 150 pemain dan personil lainnya," jelas Atien Kisam.

Penulis Naskah : M. Sinar Hadi
Sutradara : Atien Kisam
Koreografer : Bunga Bhagaskara
Penata Artistik : Amiruddin
Penata Musik : Rizki Anugrah Putra
Produser : Abdul Rahman Jupri
Line Produser : Astride Nonansis
Humas : Aldilah Caesario Ramadhan

Info 'Potret Guruku' :
Facebook : Drama Musikal Potret Guruku
Twitter : @PotretGuruku
Instagram : @PotretGurukuMusikal
Youtube : Neo KSPJ

Info Tiket : 0856-9298-8555, 0812-1202-6349, 0896-8593-6540
Contact Person : Astride Nonansis (0818-861-851), Aldila Caesario Ramadhan (0812-9721-6751)
Share this article :

Artikel Terkait:

Comments
0 Comments

Comments :

0 komentar to “Drama Musikal 'Potret Guruku' Hadirkan Pesan Moral Penting Untuk Dunia Pendidikan Indonesia”


Poskan Komentar

 

Copyright © 2012 by Berita Terbaru dan Profil Artis Terkini Powered By SlideGossip | Design by Opung | Contact Email : slidegossip (at) gmail.com | Phone : 0857-808-70772