Jumat, 16 Oktober 2015

Kenali Penyebab, Gejala, Pencegahan dan Cara Mengobati Penyakit Cacar Air

slidegossip.com - Apa itu penyakit cacar air? Cacar air secara medis disebut chickenpox atau varisela, karena disebabkan oleh infeksi virus varicella zoster yang mengakibatkan munculnya ruam kulit berupa kumpulan bintik-bintik kecil baik berbentuk datar maupun menonjol, melepuh serta berkeropeng dan rasa gatal. Cacar air umumnya diderita oleh anak-anak yang berusia di bawah 10 tahun dan lebih jarang menyerang orang dewasa, walaupun ada kasusnya. Namun hampir semua orang dewasa yang pernah mengidap cacar air tidak akan tertular lagi. Penyakit cacar air merupakan penyakit menular yang bisa ditularkan seseorang kepada orang lain secara langsung.
Orang yang pernah terkena infeksi virus cacar air maka tubuhnya akan membentuk antibodi terhadap virus varicella zoster sehingga di masa depan tidak akan lagi terserang penyakit cacar air dari penularan yang dilakukan oleh orang lain. Namun cacar air yang tidak diberantas habis secara tuntas bisa terus hidup di dalam tubuh penderitanya dan akan muncul menjadi penyakit herpes zoster ketika kekebalan tubuh orang tersebut sedang tidak baik.

Sumber atau Penyebab Penyakit Cacar Air 
Penyebab dari penyakit cacar air adalah adanya infeksi virus varicella zoster yang disebarkan manusia melalui cairan percikan ludah maupun dari cairan yang berasal dari lepuhan kulit orang yang menderita penyakit cacar air. Seseorang yang terkena kontaminasi virus cacar air varicella zoster ini dapat mensukseskan penyebaran penyakit cacar air kepada orang lain di sekitarnya mulai dari munculnya lepuhan di kulitnya sampai dengan lepuhan kulit yang terakhir mongering.
Selain itu, risiko Anda untuk tertular penyakit cacar air ini juga akan meningkat jika Anda:
  • Belum pernah terkena cacar air.
  • Belum menerima vaksin cacar air.
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah.
  • Bekerja di tempat umum seperti di sekolah atau rumah sakit.
Pengidap cacar air biasanya tidak perlu menjalani tes atau pemeriksaan medis untuk proses diagnosis. Anda kemungkinan besar mengidap cacar air jika Anda mengalami gejala utama, misalnya demam ringan yang diikuti dengan kemunculan ruam. Bintik merah akibat cacar air juga memiliki tekstur signifikan sehingga mudah dikenali.
Hubungi dokter jika Anda merasa ragu atau memiliki kondisi khusus, misalnya:
  • Terjadi kontak dengan pengidap cacar air atau Anda mengalami gejala cacar air dan Anda memiliki sistem kekebalan tubuh yang menurun, sedang mengandung, atau memiliki bayi berusia di bawah satu bulan.
  • Anda mengidap cacar air saat menyusui. Dokter akan memeriksa dan memutuskan apakah Anda tetap boleh menyusui atau tidak.
Dokter juga dapat mengadakan tes darah sederhana untuk memastikan gejala Anda dan melihat apakah Anda memiliki kekebalan terhadap cacar air atau tidak. Keberadaan antibodi virus cacar air di dalam tubuh menunjukkan bahwa Anda sudah terlindungi dari penyakit tersebut. Tetapi jika tidak memilikinya, dokter akan memantau perkembangan kondisi.

Tanda-Tanda atau Gejala Penyakit Cacar Air 
Cacar air umumnya ditandai dengan munculnya ruam merah pada kulit yang menjadi gejala utama. Ruam tersebut akan berubah menjadi bintil merah berisi cairan yang terasa gatal yang kemudian akan mengering, menjadi koreng, dan terkelupas dalam waktu 7-14 hari. Bagian-bagian tubuh yang biasa ditumbuhi bintil cacar air adalah wajah, belakang telinga, kulit kepala, lengan dan kaki.
  • Setelah 10 sampai 21 hari setelah terkena infeksi virus cacar air muncul gejala penyakit seperti sakit kepala, demam sedang dan juga rasa tidak enak badan. Pada anak di bawah umur 10 tahun biasanya tidak muncul gejala, sedangkan pada orang dewasa bisa lebih parah gejalanya.
  • Setelah dua atau tiga hari kemudian akan mulai muncul bintek merah datar yang disebut macula, lalu menjadi menonjol yang disebut papula, kemudian muncul cairan didalamnya seperti melepuh disertai rasa gatal yang disebut vesikel, dan yang terakhir adalah mengering sendiri. Lama proses mulai dari macula, papula, vesikel dan kropeng membutuhkan waktu kurang lebih 6 sampai 8 jam. Proses berulang-ulang ini akan berlangsung selama empat hari.
  • Pada hari ke lima biasanya tidak ada kemunculan lepuhan baru di kulit.
  • Pada hari ke enam semua lepuhan yang tadinya muncul akan kering dengan sendirinya dan akhirnya hilang setelah kurang lebih sekitar 20 hari.
Pada anak-anak yang terkena cacar air biasanya tidak mengalami kesulitan yang berarti untuk bisa cepat sembuh, namun pada orang dewasa dan juga orang yang mengalami gangguan kekebalan tubuh dari penyakit, maka penyakit cacar air bisa berakibat buruk dan bahkan fatal. Komplikasi penyakit yang dapat terjadi akibat cacar air adalah seperti berikut ini :
  • Pnemounia yang diakibatkan virus lain
  • Ensefalitis atau infeksi pada otak
  • Peradangan pada jantung
  • Peradangan pada sendi
  • Peradangan pada hati
Sakit cacar air bisa memunculkan infeksi bakteri stafilokokus jika terjadi infeksi luka akibat garukan pada kulit yang gatal. Sakit cacar air juga bisa saja menyebabkan pembengkaan kelenjar getah bening pada leher bagian samping. Luka terbuka atau disebut ulkus yang terjadi akibat papula yang pecah biasa terjadi di bagian mulut, saluran pernapasan bagian atas, vagina, rectum dan kelopak mata. Jika terdapat papula di pita suara dan saluran pernapasan atas akan mengakibatkan gangguan pernapasan.
Tetapi ada sebagian pengidap yang mengalami cacar air yang lebih parah. Segera hubungi dokter jika ada gejala tidak biasa yang muncul, misalnya:
  • Sakit dada.
  • Kesulitan bernapas.
  • Kulit di sekitar bintil menjadi merah dan terasa perih akibat terinfeksi.
  • Gejala-gejala dehidrasi seperti mulut yang kering dan jarang buang air kecil.

Pengobatan dan Komplikasi Cacar Air
Cacar air tidak memiliki langkah penanganan khusus. Tujuan pengobatannya adalah untuk mengurangi gejala. Dua jenis obat yang biasa digunakan untuk menangani cacar adalah parasetamol untuk menurunkan demam dan losion atau bedak kalamin untuk mengurangi rasa gatal pada kulit.
Tidak semua anak yang tertular cacar air dapat sembuh dengan sendirinya tanpa penanganan medis. Gejala tidak biasa yang sebaiknya Anda waspadai adalah infeksi yang terjadi pada bintil-bintil di kulit atau jika anak mengalami sakit dada dan kesulitan bernapas. Segera hubungi dokter jika kondisi cacar air anak makin serius.
  • Banyak minum dan hindari makanan yang dapat membuat mulut sakit, khususnya makanan asin. Pencegahan dehidrasi penting bagi pengidap cacar air, terutama anak-anak. Es juga dapat diberikan untuk meringankan nyeri atau gatal akibat bintil cacar air di dalam mulut.
  • Jangan menggaruk bintil cacar air karenadapat meningkatkan risiko infeksi dan menyisakan bekas luka.
  • Membungkus tangan dengan sarung tangan atau kaus kaki saat tidur juga dapat mencegah garukan, terutama pada anak-anak. Anda juga dapat mengoleskan losion, bedak kalamin, atau mengonsumsi chlorphenamine (cocok diminum anak-anak berusia satu tahun atau lebih).
  • Kenakan pakaian berbahan lembut, seperti katun, dan longgar agar iritasi kulit yang lebih parah akibat bintil cacar air dapat dicegah.
  • Gunakan obat pereda sakit atau analgesik jika perlu. Analgesik seperti parasetamol dapat dikonsumsi pengidap yang mengalami nyeri serta demam. Tetapi Anda sebaiknya menghubungi dokter terlebih dulu jika anak Anda berusia di bawah tiga bulan.
  • Jangan berikan aspirin kepada anak yang sedang menderita cacar air. Aspirin yang diberikan pada pengidap cacar air anak-anak dapat menyebabkan sindrom Reye. Penyakit ini menyebabkan kerusakan serius pada otak dan hati. Karena itu, jangan pernah memberikan aspirin pada anak Anda yang mengidap cacar air atau menunjukkan gejala-gejalanya.
Tetapi tidak semua pengidap cacar air dapat sembuh tanpa penanganan medis. Terdapat beberapa kelompok orang yang rentan mengalami komplikasi akibat penyakit ini sehingga membutuhkan pengobatan yang lebih intensif. Salah satu langkah penanganannya adalah obat antivirus acyclovir. Golongan pengidap cacar air yang mungkin membutuhkannya antara lain ibu hamil, bayi yang baru lahir, serta orang dengan sistem kekebalan tubuh yang menurun, misalnya pengidap kanker atau diabetes. Aciclovir bisa meringankan gejala cacar air jika diberikan dalam kurung waktu 24 jam setelah ruam muncul.
Selain obat antivirus, dokter juga dapat menganjurkan terapi imunoglobulin, yaitu pengobatan dengan antibodi yang diambil dari para orang yang sehat. Dalam terapi ini, varicella-zoster immunoglobulin (VZIG) yang mengandung antibodi untuk virus cacar air akan diberikan melalui infus.
Khusus untuk ibu hamil, imunoglobulin memiliki fungsi tambahan karena antibodi ini juga dapat mengurangi risiko penularan cacar air pada bayi dalam kandungan.
Cacar air termasuk jarang menyebabkan komplikasi, khususnya pada anak-anak yang biasanya sehat. Jika pun ada, komplikasi yang umum terjadi pada pengidap anak-anak adalah infeksi bakteri yang menyerang bintil dengan indikasi berupa kulit di sekitar bintil yang memerah dan perih.
Kondisi pengidap cacar air dewasa cenderung lebih parah dan berisiko mengalami komplikasi. Obat penangkal virus (antivirus) mungkin bisa efektif untuk mengobati pengidap cacar air dewasa jika diberikan pada tahap awal penyakit.
Sedangkan cacar air pada wanita hamil, bayi yang baru lahir, serta orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah juga lebih rentan terhadap komplikasi serius. Mereka sebaiknya mencari bantuan medis secepatnya jika terpajan virus ini atau mengalami gejala-gejalanya.
Ibu hamil yang terkena cacar air juga lebih berisiko mengalami komplikasi. Jika mengidap cacar air pada tujuh bulan pertama kehamilan, bayi dalam kandungan berisiko terlahir dengan berat badan rendah atau bahkan mengalami sindrom varisela kongenital. Sindrom ini dapat menyebabkan komplikasi serius pada bayi, antara katarak, luka pada kulit, atau kerusakan pada otak serta tangan atau kaki yang pendek.
Penularan cacar air ke bayi juga bisa terjadi ketika sang ibu terinfeksi satu minggu sebelum atau sesudah melahirkan. Jika ini terjadi, bayi yang baru lahir akan berisiko terkena cacar air yang lebih parah.
Selain bayi dan ibu hamil, pengguna obat-obatan steroid dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang menurun (misalnya, pengidap HIV atau diabetes) pun dapat mengalami komplikasi akibat cacar air. Beberapa risiko yang dapat muncul adalah pneumonia, septikemia (infeksi darah), serta meningitis.
Risiko Cacar Api (Shingles).
Virus varisela zoster dapat menetap dalam sel-sel saraf tubuh bahkan setelah gejala-gejala cacar air sembuh. Di kemudian hari, virus ini memiliki kemungkinan untuk kembali dan menyebabkan cacar api, khususnya pada orang dewasa dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang menurun.

Langkah-Langkah Cara Mencegah Cacar Air
Cacar air dapat dicegah dengan proses vaksinasi. Pemberian vaksin cacar air biasa dianjurkan untuk melindungi orang-orang yang berisiko terkena cacar air yang serius atau berisiko menularkannya pada banyak orang. Misalnya, pekerja medis atau anak yang tinggal serumah dengan orang tua yang memiliki sistem kekebalan tubuh menurun.
Di Indonesia sendiri, cacar air tidak termasuk daftar imunisasi wajib untuk anak, tapi tetap dianjurkan. Penularan cacar air juga umumnya sangat mudah dan cepat terjadi. Langkah pencegahan penyebaran pertama yang bisa dilakukan adalah dengan mengisolasi penderita cacar air dari tempat-tempat umum seperti sekolah atau kantor sampai bintil-bintil mengering dan menjadi koreng.
Virus cacar air paling mudah menular pada 1-2 hari sebelum ruam muncul hingga seminggu ke depan, ketika bintil-bintil telah mengering dan menjadi koreng.
Khusus bagi wanita yang berencana memiliki anak, tundalah kehamilan Anda selama setidaknya tiga bulan setelah menerima vaksin cacar air. Vaksin juga tidak dianjurkan bagi orang dengan sistem kekebalan tubuh yang menurun, misalnya pengidap kanker.
Penularan cacar air juga sangat mudah terjadi dan dapat menyebar dengan cepat. Langkah pencegahan penyebaran pertama yang bisa dilakukan adalah dengan mengisolasi penderita cacar air dari tempat-tempat umum seperti sekolah atau kantor sebelum semua bintil pecah, mengering, lalu menjadi koreng. Masa ini biasanya berlangsung selama seminggu setelah kemunculan ruam.
Jika Anda tinggal bersama pengidap cacar air, penularannya dapat Anda cegah dengan cara :
  • Mencuci tangan sesering mungkin, terutama setelah terjadi kontak dengan pengidap.
  • Mengenakan masker.
  • Menggunakan cairan pembasmi kuman untuk menyeka benda atau permukaan yang mungkin terpajan virus.
  • Mencuci baju atau seprai pengidap secara rutin dan terpisah.
Diagnosa / Diagnosis Penyakit Cacar Air 
Diagnosa dilakukan dengan melihat ruam pada kulit dengan munculnya makula, papula, vesikel dan keropeng. 
(Op)
Share this article :

Artikel Terkait:

Comments
0 Comments

Comments :

0 komentar to “Kenali Penyebab, Gejala, Pencegahan dan Cara Mengobati Penyakit Cacar Air”


Poskan Komentar

 

Copyright © 2012 by Berita Terbaru dan Profil Artis Terkini Powered By SlideGossip | Design by Opung | Contact Email : slidegossip (at) gmail.com | Phone : 0857-808-70772