Selasa, 25 November 2014

Bawakan Lagu 'Haruskah Ku Mati' Bikin Marya Genova Menangis

(slidegossip.com) Satu lagi artis penyanyi pendatang baru yang kemampuan vokal-nya tak perlu diragukan lagi. Dialah Marya Genova, gadis cantik yang baru berusia 16 tahun dan telah merilis single terbaru-nya berjudul 'Haruskah Ku Mati'. Lagu ini memang pernah hits dibawakan oleh ADA Band, namun dengan warna vokal alto-nya yang khas, Marya Genova sukses membius Krishna Balagita, sang pencipta lagu tersebut. Hingga akhirnya dipilihkah lagu ini untuk di-recycle dengan suara khas Marya.
Menurut mantan keyboardist ADA Band itu, Marya Genova telah berhasil melantunkan lagu 'Haruskah Ku Mati' ini menjadi lebih fresh. "Marya punya suara yang gak spesifik. Dengan teknik vokal-nya yang sangat baik, saya yakin dia bisa menyanyikan semua genre lagu dengan baik," papar Krishna yang mendampingi langsung Marya Genova saat proses rekaman lagu ini.
Yang lebih dramatis, siswi kelas 2 SMA Budi Mulia Bogor yang pernah jadi instruktur balet ini menangis saat sedang take vocal. "Aku spontan menangis, swear. Lirik terakhirnya beneran sedih. Mungkin saking terlalu menjiwai lagunya, aku gak kuat lalu menangis," jelas pengagum style fashion dari Ariana Grande ini.
"Single ini nyurhatin tentang orang yang berjuang untuk mendapatkan seseorang yang ia sayangi. Tapi orang yang dia sayangi gak ngasih harapan juga. Ibaratnya, apa aku harus mati dulu supaya dia bisa sayang sama aku," lanjut dara kelahiran Jakarta, 23 April 1998 ini.
Bakat seni Marya Genova di dunia tarik suara mengalir dari kedua orang tuanya. Anak ke-4 dari 5 bersaudara ini sudah hobi menyanyi sejak kecil. "Aku dikenalkan piano oleh bunda sejak umur 4 tahun. Sejak itu aku makin suka main piano klasik sampai sekarang. Ibaratnya kalau sehari gak main piano, kepalaku bisa pusing. Untuk nyanyi, aku banyak digembleng oleh ayah. Kalau ada acara keluarga, aku yang ditunjuk menjadi penyanyi-nya," canda adik kandung bassist Tokyolite ini.
Tekun, serius dan disiplin. Tiga kata kunci itulah yang akhirnya membuat Marya menjadi gadis multi talenta. Tak hanya menonjol dari segi kualitas vokal, gadis yang bercita-cita menjadi dokter ini juga punya sederet prestasi sekolah yang mencengangkan. Sejak SD, Marya langganan menyabet medali emas di tingkat Bogor. Ia juga aktif mengikuti latihan balet sampai akhirnya dipercaya menjadi instruktur balet. Hebatnya lagi, Marya pernah menggondol juara nasional nyinden dan seni karawitan Sunda.
"Tahun 2011, aku udah juara 1 nasional karawitan mulai tingkat kota, provinsi, sampai nasional. Di saat banyak remaja sekarang melulu berkiblat ke luar negeri, aku berpikir kenapa gak mencoba mencintai budaya nasional. Budaya Indonesia itu keren-keren loh. Aku sebagai remaja terpanggil untuk turut melestarikan kebudayaan Indonesia melalui kesenian daerah. Waktu SMA, aku juga pernah juara 1 degung se-Jawa Barat. Belum lama ini aku meraih juara 3 sinden se-kota Bogor," curhat cewek yang juga lihai menari Jaipong ini.
Lewat single 'Haruskah Ku Mati' ini, Marya Genova berharap bisa menjadi penyanyi yang konsisten berkarier di dunia entertainment. "Mas Krishna Balagitha pun menyemangati aku untuk gak pernah berhenti bernyanyi. Semoga lagu 'Haruskah Ku Mati' yang aku nyanyikan ini diterima dan disukai masyarakat," harap Marya Genova sambil mengembangkan senyum manisnya.
(Op)
Share this article :

Artikel Terkait:

Comments
0 Comments

Comments :

0 komentar to “Bawakan Lagu 'Haruskah Ku Mati' Bikin Marya Genova Menangis”


Poskan Komentar

 

Copyright © 2012 by Berita Terbaru dan Profil Artis Terkini Powered By SlideGossip | Design by Opung | Contact Email : slidegossip (at) gmail.com | Phone : 0857-808-70772